Apa itu Slug?
Slug adalah bagian akhir URL yang menjelaskan isi halaman. Pada alamat contoh.com/blog/cara-membuat-website, slug-nya adalah cara-membuat-website. Slug yang baik mudah dibaca manusia, menggambarkan isi halaman, dan memuat kata kunci utama.
Kenapa Slug Penting untuk SEO?
Slug yang jelas membantu mesin pencari dan pengguna memahami isi halaman bahkan sebelum diklik. URL yang rapi juga lebih meyakinkan saat dibagikan di media sosial atau chat, dan tidak berubah menjadi kode %20 yang membingungkan.
Praktik Terbaik Membuat Slug
- Singkat dan jelas — idealnya 3–6 kata yang mewakili topik utama.
- Huruf kecil semua untuk menghindari URL ganda karena perbedaan kapital.
- Pakai tanda hubung (-), bukan underscore. Google menganggap tanda hubung sebagai pemisah kata.
- Buang kata sambung seperti "yang", "dan", "di" bila tidak mengubah makna.
- Hindari tahun atau tanggal untuk konten evergreen agar URL tidak terlihat usang.
Cara Menggunakan
- Tempel satu atau beberapa judul — satu judul per baris.
- Atur pemisah, opsi hapus kata sambung, dan batas maksimal karakter.
- Slug muncul otomatis di kolom kanan. Klik Salin slug.
Huruf beraksen otomatis diubah ke huruf dasar (é → e), dan simbol & diubah menjadi "dan".
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Lebih baik tanda hubung atau underscore?
Tanda hubung (-). Google memperlakukan tanda hubung sebagai pemisah kata, sedangkan underscore bisa membuat kata-kata dianggap menyatu.
Bolehkah mengubah slug artikel yang sudah terbit?
Boleh, tetapi pasang redirect 301 dari URL lama ke URL baru agar pengunjung dan peringkat di Google tidak hilang.
Berapa panjang slug yang ideal?
Tidak ada angka pasti, tetapi slug pendek berisi 3–6 kata (di bawah sekitar 60 karakter) lebih mudah dibaca dan dibagikan.
Bisakah membuat banyak slug sekaligus?
Bisa. Tempel banyak judul, satu per baris, dan semua slug langsung dibuat.